Apa itu Conseptual DB?
Conceptual
Design Database adalah tahap awal perancangan database yang tidak bergantung
pada software atau detail fisik. Tujuannya adalah menghasilkan model data
konseptual yang menjelaskan entitas, atribut, hubungan antar tabel, dan batasan
(constraints). Tahap ini bersifat deskriptif dan naratif, mencakup semua elemen
data yang diperlukan dalam transaksi.
·
Analisis dan
Persyaratan Data
Tahap
pertama dalam pengembangan conceptual database adalah mengidentifikasi
karakteristik elemen data yang dapat diubah menjadi informasi. Perancang harus
fokus pada kebutuhan informasi, pengguna yang akan memanfaatkannya, sumber
data, dan komposisi elemen data, termasuk atribut dan hubungan antar data,
serta frekuensi penggunaannya.
·
Normalisasi dan
Perancangan Hubungan Antar Entitas
Sebelum
mengembangkan model ER, perancang database harus menetapkan standar dokumentasi
yang sesuai. Langkah-langkahnya mencakup identifikasi dan analisis aturan
bisnis untuk memahami proses yang terlibat, diikuti dengan penentuan entitas
utama yang mewakili elemen penting dalam sistem. Setelah itu, hubungan antar
entitas harus ditetapkan berdasarkan aturan bisnis dan analisis entitas.
Selanjutnya, atribut, primary keys, dan foreign keys ditentukan untuk setiap
entitas guna memastikan integritas data. Proses normalisasi dilakukan untuk
menghilangkan redundansi data dan menyusun ERD yang menggambarkan struktur data
secara lengkap. Setelah ERD selesai, validasi dilakukan dengan melibatkan pengguna
akhir dan mempertimbangkan kebutuhan pemrosesan. Jika diperlukan, penyesuaian
dibuat berdasarkan hasil validasi untuk memastikan model yang optimal bagi
sistem.
·
Verifikasi data model
Tahap
verifikasi data model merupakan salah satu langkah akhir yang paling penting
dalam fase conceptual database design. Pada tahap ini, model ERD harus diuji
dan diverifikasi dengan sistem yang sudah ada untuk memastikan bahwa model
tersebut mampu mendukung kinerja sistem secara optimal. Proses verifikasi
melibatkan pengujian terhadap berbagai aspek, seperti tampilan data bagi
pengguna, operasi penting seperti SELECT, INSERT, UPDATE, dan DELETE, serta hak
akses dan keamanan data. Selain itu, verifikasi juga harus memastikan bahwa
model telah memenuhi semua persyaratan dan batasan (constraints) yang
dibutuhkan oleh bisnis, sehingga model database dapat berjalan sesuai dengan
kebutuhan operasional yang ditetapkan.
·
Distributed database
design
Distributed
database design tidak selalu diperlukan untuk setiap database, tetapi dalam
beberapa kasus, sebuah database perlu didistribusikan ke berbagai lokasi yang
terpisah. Proses akses ke database dapat bervariasi di masing-masing lokasi,
misalnya, kegiatan ritel dan penyimpanan gudang biasanya dilakukan di tempat
yang berbeda. Apabila data dan proses dalam database didistribusikan di seluruh
sistem, bagian dari database yang disebut fragmen database dapat tersebar di
beberapa lokasi fisik. Hal ini memungkinkan pengelolaan dan akses data yang
lebih efisien sesuai dengan kebutuhan operasional di masing-masing lokasi

Komentar
Posting Komentar