Apa itu Attribute, entitas dan relasi dalam ERD?

Summary :

  • ·        Mahasiswa yang membaca ini dapat memahami konsep awal dari apa itu ERD
  • ·         Mahasiswa dapat tahu bagaimana cara peng konsepan, cara penyajian, cara membuat dan cara menganalisa ERD

            Sebelum kita membahas mengenai Attribute, Entitas dan Relasi kita harus mengetahui Apa itu yang di sebut ERD? ERD merupakan singkatan dari Entity Relationship Diagram adalah suatu model penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relasionship. ERD merupakan gambaran model konseptual untuk menggambarkan struktur logis dari basis data berbasis grafis. Tujuan dari ERD sendiri adalah agar database dapat dipahami dan di rancang dengan mudah.

Symbol ERD 



1,  Entity 

    Entity atau Entitas adalah individu yang mewakili sesuatu obyek yang nyata dan dapat dibe[1]dakan dari sesuatu yang lain

2. Atribut 

    Komponen atribut adalah karakteristik (properti) yang mendeskripsikan suatu entitas, ada beberapa jenis atribut antara lain :

1. Atribut sederhana adalah atribut atomik yang tidak dapat dipilah lagi. Con[1]tohnya adalah jenis kelamin dan jurusan.

2. Atribut komposit adalah atribut yang masih dapat diuraikan lagi menjadi sub-sub atribut yang masing-masing memiliki makna. Sebagai contoh, pada atribut Nama dapat diuraikan menjadi nama depan, nama tengah, nama be[1]lakang. Contoh lainnya adalah atribut alamat (nama jalan, nomor rumah, kota).

3. Atribut bernilai tunggal adalah atribut yang hanya memiliki maksimal satu nilai di tiap datanya. Contohnya NIM, nama, dan tanggal lahir.

4. Atribut bernilai banyak adalah atribut yang dapat diisi lebih dari satu nilai. Misalnya hobby dan nomor handphone.

5. Atribut harus bernilai (mandatory attribute) adalah atribut yang harus berisi suatu data. Contohnya adalah NIM, nama mahasiswa, dan alamat.

6. Atribut nilai null adalah atribut yang belum memiliki nilai. Dalam hal ini, null artinya kosong. Contohnya, pada atribut hobi mhs untuk entitas mahasiswa

3. Relasi

    Dalam sistem basis data, hubungan ini dinamakan relasi (relationship). Jadi, relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Contohnya adalah transaksi barang, Kartu Rencana Studi (KRS), Pembelian, dan lain sebagainya. Dalam Diagram Entitas-Relasi (ERD) untuk perancangan basis data, relasi menggambarkan interaksi antar entitas yang ada. Berikut adalah berbagai jenis relasi yang dapat ditemukan dalam ERD:

1. Relasi Satu ke Satu (1:1)

Relasi ini muncul ketika satu entitas hanya dapat terhubung dengan satu entitas lainnya, dan sebaliknya. Misalnya, setiap pegawai hanya memiliki satu kartu identitas, dan setiap kartu identitas hanya dimiliki oleh satu pegawai.

Kelebihan:

- Sederhana: Relasi ini mudah dipahami dan diimplementasikan karena hanya satu entitas yang berkaitan dengan entitas lainnya.

- Efisien: Memisahkan informasi yang sangat terkait dengan entitas tertentu ke dalam entitas yang berbeda dapat mengurangi duplikasi data.

Kekurangan:

- Redundansi: Relasi ini dapat menyebabkan duplikasi data jika kedua entitas memiliki informasi yang serupa.

- Kompleksitas Administratif: Tanpa keuntungan yang jelas dari pemisahan data, penggunaan relasi ini dapat menambah kompleksitas pada desain basis data tanpa manfaat yang signifikan.


2. Relasi Satu ke Banyak (1:N)

Dalam jenis relasi ini, satu entitas dapat terhubung dengan banyak entitas lain, namun entitas lain hanya dapat terhubung dengan satu entitas. Contohnya adalah seorang pelanggan yang dapat membuat banyak pesanan, tetapi setiap pesanan hanya dapat dibuat oleh satu pelanggan.

Kelebihan:

- Fleksibilitas: Relasi ini cukup umum dan fleksibel, memungkinkan satu entitas memiliki banyak asosiasi dengan entitas lainnya.

- Penghematan Ruang: Relasi ini tidak memerlukan tabel penghubung, sehingga lebih efisien dalam hal penyimpanan data.

Kekurangan:

- Pengelolaan Data: Terlalu banyak entitas yang terhubung dapat memengaruhi kinerja basis data dalam pencarian dan pemeliharaan data.

- Keterbatasan Relasi: Satu entitas hanya dapat memiliki satu relasi dengan entitas lainnya, yang membatasi tipe hubungan yang dapat digambarkan.


3. Relasi Banyak ke Banyak (M:N)

Relasi ini terjadi ketika banyak entitas dapat berhubungan dengan banyak entitas lainnya. Untuk mengimplementasikan relasi ini, biasanya diperlukan tabel penghubung (junction table). Sebagai contoh, banyak mahasiswa dapat mengambil banyak mata kuliah, dan setiap mata kuliah dapat diambil oleh banyak mahasiswa.

Kelebihan:

- Mendukung Hubungan Kompleks: Memungkinkan interaksi yang fleksibel dan rumit antara dua entitas, memberikan gambaran hubungan yang lebih komprehensif.

- Efisiensi: Tabel penghubung membantu memisahkan relasi dan menghindari redundansi data pada entitas utama.

Kekurangan:

- Kebutuhan Tabel Penghubung: Relasi M:N memerlukan tabel penghubung yang dapat menambah kompleksitas desain.

- Kinerja: Tabel penghubung bisa menimbulkan masalah kinerja jika data yang disimpan sangat besar atau tidak terindeks dengan baik.


4. Relasi Identifikasi

Relasi ini terjadi ketika entitas lemah bergantung pada entitas kuat untuk identitasnya. Sebagai contoh, entitas "Tagihan" mungkin bergantung pada entitas "Pelanggan" agar dapat diidentifikasi.

Kelebihan:

- Pengelolaan Data yang Lebih Baik: Relasi ini memungkinkan entitas lemah bergantung pada entitas kuat untuk identifikasi, yang membantu menjaga konsistensi data.

- Meminimalisir Duplikasi: Entitas lemah tidak akan menduplikasi data jika bergantung pada entitas kuat.

Kekurangan:

- Ketergantungan yang Tinggi: Entitas lemah sangat tergantung pada entitas kuat, yang dapat menimbulkan masalah jika entitas kuat mengalami perubahan atau dihapus.

- Desain yang Kompleks: Membutuhkan lebih banyak aturan dan perancangan dalam penerapan relasi ini untuk memastikan integritas referensial tetap terjaga.


5. Relasi Non-Identifikasi

Relasi ini menggambarkan interaksi antara entitas tanpa adanya ketergantungan yang kuat pada entitas lain untuk identitasnya.

Dalam hubungan ini, entitas yang bersifat tergantung dapat memiliki identitasnya sendiri dan tidak perlu bergantung pada entitas lain untuk menentukan identitas tersebut. Jenis hubungan ini lebih sering ditemui pada hubungan 1:1 atau 1:N.

Kelebihan:

- Kemandirian: Entitas yang terlibat dalam hubungan ini dapat memiliki identitas yang mandiri, tanpa ketergantungan pada entitas lain, yang memberikan kebebasan dalam pengelolaan data.

- Kemudahan dalam Manajemen: Hubungan ini cenderung lebih mudah untuk dikelola dan tidak terlalu rumit dalam struktur basis data.

Kekurangan:

- Tantangan dalam Pemeliharaan Integritas Data: Menjaga integritas data bisa menjadi tantangan, terutama jika terdapat banyak perubahan yang harus dicatat di antara entitas yang terlibat.

- Kebutuhan Penyimpanan yang Lebih Besar: Dalam beberapa situasi, data yang saling terhubung dalam hubungan ini mungkin memerlukan kapasitas penyimpanan lebih, jika tidak dirancang dengan baik.

Kesimpulan:

- Relasi Satu ke Satu (1:1) cocok untuk hubungan yang sederhana, tetapi terkadang kurang efisien.

- Relasi Satu ke Banyak (1:N) merupakan jenis relasi yang umum dan mudah diterapkan dalam berbagai situasi, meskipun seringkali terbatas dalam fleksibilitas.

- Relasi Banyak ke Banyak (M:N) memberikan tingkat fleksibilitas yang tinggi, tetapi membutuhkan tabel penghubung yang dapat menambah kompleksitas.

- Relasi Identifikasi bermanfaat untuk menjaga konsistensi data dalam entitas yang lemah, namun dapat menjadi rumit dan sangat tergantung pada entitas yang kuat.

- Relasi Non-Identifikasi memberikan lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas, namun bisa meningkatkan kerumitan dalam menjaga integritas dan penyimpanan data.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SDLC (Software Development Life Cycle)

NORMALISASI

Apa itu SQL,DDL, DML, DCL, dan TCL.